<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gigihpthenextlegend's Blog</title>
	<atom:link href="http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Dec 2011 03:51:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gigihpthenextlegend.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d28e45e712df8c8b036d451ac917bf32?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Gigihpthenextlegend's Blog</title>
		<link>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/osd.xml" title="Gigihpthenextlegend&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bagi Kami, Bakti Kami</title>
		<link>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2011/12/18/bagi-kami-bakti-kami/</link>
		<comments>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2011/12/18/bagi-kami-bakti-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 03:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigihpthenextlegend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Kekecewaan dan penderitaan yang terus mendera anak bangsa,melahirkan rasa frustasi akut yang dapat meledak sewaktu-waktu. Impian melihat dan merasakan kemajuan bangsanya perlahan pupus tergerogoti realita yang tersaji. Meratapi nasib,menghela nafas, menyaksikan pejabat berkarib dengan perampas. Nyawa berpulang  untuk membuat pejabat berpaling pun, nyatanya tidak membuat mereka bergeming. Pelik mencekik, seolah tidak m ungkin membaik,tapi selama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=53&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kekecewaan dan penderitaan yang terus mendera anak bangsa,melahirkan rasa frustasi akut yang dapat meledak sewaktu-waktu. Impian melihat dan merasakan kemajuan bangsanya perlahan pupus tergerogoti realita yang tersaji. Meratapi nasib,menghela nafas, menyaksikan pejabat berkarib dengan perampas. Nyawa berpulang  untuk membuat pejabat berpaling pun, nyatanya tidak membuat mereka bergeming.</p>
<p>Pelik mencekik, seolah tidak m ungkin membaik,tapi selama masih ada harapan,akan selalu ada kesempatan. Bagi Kami, api harapan itu masih menyala. Bagi Kami, yang masih meyakini bahwa nyawa kami yang tersisa,anugerah dari-Nya, masih mempunyai manfaat untuk menyalakan api harapan di dada orang-orang yang mulai putus asa. Bagi Kami, kesempatan itu akan datang. Bagi kami, yang bertekad akan terus gigih menyalakan bara semangat dan cahaya harapan melawan gelapnya pertanyaan, “Kapan?”, akan berbakti dan kembali ke bumi pertiwi yang kami cintai ini walau saat ini Kami tersebar ke seantero dunia.</p>
<p>Kami punya janji, “ Bakti kami untukmu, Tuhan, Bangsa, Almamater. Merdeka!”, dan kami akan mewujudkannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=53&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2011/12/18/bagi-kami-bakti-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/125f3bd3064f5d060e4b6d111a7ada93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gigihpthenextlegend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikon dan Mobil</title>
		<link>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2010/10/29/ikon-dan-mobil/</link>
		<comments>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2010/10/29/ikon-dan-mobil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 10:10:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigihpthenextlegend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Terbangun dari lamunan, lalu saya terhenyak sadar kembali ke realita, teringat atau mungkin coba mengingat bahwa tanggal 28 Oktober memang Hari Sumpah Pemuda. Sejurus kemudian, saya mengambil buku yang konon dapat membuat orang pintar (baca: Buku Pintar), sambil mencocokan ingatan, mungkin lebih tepatnya hafalan dari isi Sumpah Pemuda yang diikrarkan oleh para tetua kita dulu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=47&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terbangun dari lamunan, lalu saya terhenyak sadar kembali ke realita, teringat atau mungkin coba mengingat bahwa tanggal 28 Oktober memang Hari Sumpah Pemuda. Sejurus kemudian, saya mengambil buku yang konon dapat membuat orang pintar (baca: Buku Pintar), sambil mencocokan ingatan, mungkin lebih tepatnya hafalan dari isi Sumpah Pemuda yang diikrarkan oleh para tetua kita dulu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebuah senyum simpul memaniskan wajah, terkembang di paras saya. Beruntung suasanan kala itu bak kara sehingga saya tidak dikira mengada-ngada karena kekehan pelit yang nyaris terdengar dari wakil harimau di diri saya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sayangnya, kekehan tersebut mengantarkan saya kembali berasyik masyuk dengan dunia lamunan yang genit menggoda. Hal tersebut gara-gara janji ketiga yang dilontarkan oleh para tetua kita dulu.”…dan Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di dalam alam lamunan tersebut, setelah teringat kembali janji ketiga oleh para tetua kita tersebut, lalu terngiang ucapan teman saya yang meralat pelafalan perkataan saya terhadap kata “mobil” ( kata serapan dari <em>mobile</em>) dan “ikon” ( kata serapan dari <em>icon</em> ). Dia berujar bahwa pelafalan saya salah, seharusnya pelafalannya harus sesuai dengan kata <em>mobile </em>dan <em>icon</em>. Gara-gara memori tersebut, mengakibatkan banyak protes entah darimana menggema di balik tengkorak saya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Bukankah saya sedang mengobrol dengan teman saya yang asli Indonesia? Mengapa harus memakai lafal asing? Mungkin dia belum tahu bahwa dua kata tersebut telah diserap dan dibuat padanannya dalam Bahasa Indonesia, tetapi mengapa banyak orang yang belum tahu? Saya menuntut ilmu di institusi yang menjunjung kekonsistenan, menyangkut juga konsisten dalam berbicara, tetapi mengapa guru-guru saya juga terkadang bersikap seperti teman saya itu? Bukankah guru-guru dan teman saya tersebut merupakan orang Indonesia dan berkomunikasi dengan saya yang tercatat sebagai WNI?</p>
<p>Oh benar juga, bukankah yang berjanji pada Sumpah Pemuda itu adalah para tetua kita, jadi walaupun dosa, jika saya melanggar Sumpah Pemuda tersebut, tidak terlalu besar kadar dosanya!”, begitulah protes yang bertalu-talu di sel-sel kelabu saya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untungnya, suara-suara tersebut mendadak reda, dan saya tidak perlu meminta petunjuk-Nya untuk menentukan sikap. Ya, saya memilih untuk melafalkan “mobil” dan “ikon” daripada melafalkan <em>mobile </em>dan <em>icon</em> ketika berkomunikasi dengan orang Indonesia. Mengapa? Ya, karena saya orang Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>ini hanya tulisan saya yang usil</em></p>
<p><em>jadi tidak perlu memicingkan pupil</em></p>
<p><em>meski lebih baik daripada mengupil sambil menonton gosip Aril</em></p>
<p><em>semoga saja tidak ada yang tersentil</em></p>
<p><em>lalu menganggap saya bakhil</em></p>
<p><em>anggap saja ini sumbangan kecil</em></p>
<p><em>agar Indonesia lebih berhasil</em></p>
<p><em> </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=47&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2010/10/29/ikon-dan-mobil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/125f3bd3064f5d060e4b6d111a7ada93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gigihpthenextlegend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AS berkata : “Papua? Gue Juga Ngiler! “</title>
		<link>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2010/09/29/as-berkata-%e2%80%9cpapua-gue-juga-ngiler-%e2%80%9c/</link>
		<comments>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2010/09/29/as-berkata-%e2%80%9cpapua-gue-juga-ngiler-%e2%80%9c/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 05:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigihpthenextlegend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi negara yang mengklaim sebagai polisi dunia berusaha menekan pemerintah negara lain dengan suatu tuduhan yang menurut sang polisi tersebut merupakan sebuah kebenaran dan keharusan. Tentu saja, mafhum diketahui bahwa yang berlagak seperti polisi dunia itu adalah Amerika Serikat (AS)., dan sayangnya negara kali ini mendapat giliran menjadi sasaran tembak, adalah Indonesia. Beberapa anggota kongres [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=41&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lagi-lagi negara yang mengklaim sebagai polisi dunia berusaha menekan pemerintah negara lain dengan suatu tuduhan yang menurut sang polisi tersebut merupakan sebuah kebenaran dan keharusan. Tentu saja, mafhum diketahui bahwa yang berlagak seperti polisi dunia itu adalah Amerika Serikat (AS)., dan sayangnya negara kali ini mendapat giliran menjadi sasaran tembak, adalah Indonesia.</p>
<p>Beberapa anggota kongres di AS, seperti diberitakan di tajuk rencana Kompas, 25 September 2010, mengutarakan bahwa perlunya otonomi yang lebih luas di Papua. Mereka juga dengan nada sedikit mengancam, meminta agar pemerintah Republik Indonesia (RI) melakukan penyelidikan kembali atas kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.</p>
<p>Apa gerangan yang menyebabkan AS mau mencurahkan waktu, pikiran, serta tenaga bagi RI, khususnya mengenai Papua? Dengan logika sederhana, dapat tercetus suatu prasangka bahwa AS memang memiliki kepentingan yang harus dipelihara di tanah Papua. Dengan memperkecil ruang lingkup dari tudingan tersebut, akan mengarah pada keinginan AS untuk menguasai kekayaan alam di Papua.</p>
<p>Contoh kecil dari mengagumkannya potensi sumber daya alam di Papua dapat terlihat di sektor pertambangan. Di bidang pertambangan, provinsi ini memiliki potensi 2,5 miliar ton batuan biji emas dan tembaga, semuanya terdapat di wilayah konsesi Freeport. Di samping itu, masih terdapat beberapa potensi tambang lain seperti batu bara berjumlah 6,3 juta ton, barn gamping di atas areal seluas 190.000 ha, pasir kuarsa seluas 75 ha dengan potensi hasil 21,5 juta ton, lempung sebanyak 1,2 jura ton, marmer sebanyak 350 juta ton, granit sebanyak 125 juta ton dan hasil tambang lainnya seperti pasir besi, nikel dan krom. Harta karun tersebut belumlah ditambah dari sektor-sektor lainnya, seperti kehutanan, perikanan, dsb. Jadi, pantas saja AS <em>ngiler</em> memperoleh semua kekayaan alam tersebut, meskipun mereka saat ini telah memiliki hak pengelolaan terhadap tambang emas terbesar di dunia, tambang Grasberg, di Papua.</p>
<p>Melihat kebandelan dan (mungkin) kerakusan AS untuk memiliki dan menguasai kekayaan alam Papua, maka sudah sewajarnya jika pemerintah RI mencegah maneuver-manuver AS tersebut dan menegaskan untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri RI. Bukankah AS tidak memiliki hak atas urusan dalam negeri suatu negara, dan bukankah setiap negara memiliki kesetaraan yang sama?</p>
<p>Sayangnya, kredo kesetaraan antar negara belum berlaku di dunia nyata ini, alhasil pemberian otonomi yang lebih luas serta tambahan akses bagi AS di Papua merupakan hal yang mungkin dilakukan oleh pemerintah RI saat ini, yang relatif mudah diajak kompromi karena cinta damai.</p>
<p>Ngeri membayangkan jika di republik ini, sudah tidak ada sumber daya alam (SDA) bernilai ekonomis, karena telah dikeruk habis oleh pihak asing, ibarat bunga yang layu karena madunya disedot habis oleh serangga. Mungkin ada baiknya memunculkan wacana selain wacana pemindahan ibukota, yaitu sebuah wacana tentang hijrah ke tanah lain yang bisa dijadikan republik baru, seandainya  SDA bernilai ekonomis di republik ini telah habis. Alamak!</p>
<p>Sumber:</p>
<p>1.<em>Kompas</em>, 25 September 2010</p>
<p>2.http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=3534&amp;Itemid</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=41&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2010/09/29/as-berkata-%e2%80%9cpapua-gue-juga-ngiler-%e2%80%9c/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/125f3bd3064f5d060e4b6d111a7ada93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gigihpthenextlegend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Dia Yang Menunggu Di Sana</title>
		<link>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/07/26/untuk-dia-yang-menunggu-di-sana/</link>
		<comments>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/07/26/untuk-dia-yang-menunggu-di-sana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 09:20:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigihpthenextlegend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[untuk dia yang termangu menunggu di sana, izinkan aku untuk menyapamu untuk dia yang tersipu di sana, izinkan aku untuk memperhatikanmu untuk dia yang terdiam di sana, izinkan aku untuk menghiburmu untuk dia yang terlelap di sana, izinkan aku untuk membangunkanmu untuk dia yang  terjatuh di sana, izinkan aku untuk memapahmu untuk dia terluka di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=33&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">untuk dia yang termangu menunggu di sana, izinkan aku untuk menyapamu</p>
<p align="center">untuk dia yang tersipu di sana, izinkan aku untuk memperhatikanmu</p>
<p align="center">untuk dia yang terdiam di sana, izinkan aku untuk menghiburmu</p>
<p align="center">untuk dia yang terlelap di sana, izinkan aku untuk membangunkanmu</p>
<p align="center">untuk dia yang  terjatuh di sana, izinkan aku untuk memapahmu</p>
<p align="center">untuk dia terluka di sana, izinkan aku untuk mengobatimu</p>
<p align="center">untuk dia yang terlena di sana, izinkan aku untuk mengingatkanmu</p>
<p align="center">untuk dia yang terpejam di sana, izinkan aku untuk meninabobokanmu</p>
<p align="center">untuk dia yang terbelenggu di sana, izinkan aku untuk membebaskanmu</p>
<p align="center">untuk dia yang terisolasi di sana, izinkan aku untuk menemanimu</p>
<p align="center">untuk dia di sana, izinkan aku untuk meminangmu.</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=33&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/07/26/untuk-dia-yang-menunggu-di-sana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/125f3bd3064f5d060e4b6d111a7ada93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gigihpthenextlegend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Hal yang Membuat Pria Harus Sabar Ketika Menghadapi Wanita</title>
		<link>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/06/13/5-hal-yang-membuat-pria-harus-sabar-ketika-menghadapi-wanita/</link>
		<comments>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/06/13/5-hal-yang-membuat-pria-harus-sabar-ketika-menghadapi-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 13:55:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigihpthenextlegend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah 5 hal yang membuat pria harus sabar ketika menghadapi wanita, yaitu ketika: 1)menemani berbelanja, 2)menemani makan, 3)menunggu berdandan, 4)berjalan bersama, 5)menunggu selesai berbicara Kelima hal tersebut didapatkan dari pengalaman serta penelitian kecil-kecil penulis. Satu hal yang pasti yaitu minimal satu poin dari kelima poin tersebut mutlak dimiliki oleh wanita. Meskipun seorang pria [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=29&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah 5 hal yang membuat pria harus sabar ketika menghadapi wanita, yaitu ketika: 1)menemani berbelanja, 2)menemani makan, 3)menunggu berdandan, 4)berjalan bersama, 5)menunggu selesai berbicara</p>
<p>Kelima hal tersebut didapatkan dari pengalaman serta penelitian kecil-kecil penulis. Satu hal yang pasti yaitu minimal satu poin dari kelima poin tersebut mutlak dimiliki oleh wanita. Meskipun seorang pria terkadang membenci semua atau sebagian poin-poin tersebut, tapi umumnya pria akan tetap merelakannya bagi sang wanita. Intinya justru terkadang kelima hal tersebut menjadi daya tarik seorang wanita bagi sang Arjuna.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=29&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/06/13/5-hal-yang-membuat-pria-harus-sabar-ketika-menghadapi-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/125f3bd3064f5d060e4b6d111a7ada93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gigihpthenextlegend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Renungan Tentang Cinta</title>
		<link>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/06/05/renungan-tentang-cinta/</link>
		<comments>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/06/05/renungan-tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 23:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigihpthenextlegend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/06/05/renungan-tentang-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Cinta merupakan bahasa universal.Cinta merupakan obat bagi yang gagal.CInta merupakan sesuatu yang tidak harus dihafal.Dan cinta merupakan latihan mental. Cinta itu gundah.Cinta itu indah.Cinta itu anugrah.Dan cinta itu marhabah. Namun……………………………………………………………………………………………………………………………………….. CInta sulit  dimengerti.CInta sulit dimaknai.CInta sulit dipahami.Dan cinta sulit distandardisasi. Menarik memang bila seseorang membahas tentang cinta. Sesuatu bahasan yang dijamin membuat seseorang betah untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=27&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cinta merupakan bahasa universal.Cinta merupakan obat bagi yang gagal.CInta merupakan sesuatu yang tidak harus dihafal.Dan cinta merupakan latihan mental.</p>
<p>Cinta itu gundah.Cinta itu indah.Cinta itu anugrah.Dan cinta itu marhabah.</p>
<p>Namun………………………………………………………………………………………………………………………………………..</p>
<p>CInta sulit  dimengerti.CInta sulit dimaknai.CInta sulit dipahami.Dan cinta sulit distandardisasi.</p>
<p>Menarik memang bila seseorang membahas tentang cinta. Sesuatu bahasan yang dijamin membuat seseorang betah untuk mendengarkan, menuliskan, dan mengucapkan. Begitu mudah, entah itu pujangga, penulis, musisi, hingga orang-orang yang kepalang tanggung jatuh cinta mengaitkan satu per satu kata hingga menjadi barisan kata yang menarik dan menggoda.</p>
<p>Sulit untuk membayangkan bila dunia ini tanpa cinta. Sesulit pula mencerna alasan seseorang untuk mencintai orang lain(selain diri dan keluarganya/cinta lawan jenis). Melogikakan cinta mungkin dapat pula berarti meirasionalkan cinta. Secara vulgar, logika cinta mungkin dapat membuat logika akal bertekuk lutut.</p>
<p>Seorang wanita dengan mudah akan berkata, “Saya mencintai dia karena dia baik”. Tentu tidak ada yang janggal dengan kalimat dan alasan wanita tersebut. Tapi, timbul suatu pertanyaan yang mungkin tidak akan ada jawaban yang logis untuk menjawabnya.Sebuah pertanyaan yang berbunyi,” Mengapa kamu mencintai pria/wanita tersebut (misal X1) padahal pria/wanita lain (X2) juga baik?”</p>
<p>Sebuah pertanyaan yang hampir dipastikan (padahal saya ingin bilang pasti), tidak ada jawabannya. Pertanyaan yang membuahi setumpuk pertanyaan lain. Pertanyaan yang mungkin tidak perlu dijawab. Dan mungkin pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan!</p>
<p>Bisa saja sang wanita/pria tersebut menjawab bahwa selain baik, dia juga pintar, tampan/persamaan kata tampan bagi wanita. Jika memang kalimat tersebut yang menjadi jawaban, jelas sekali belum menjawab. Masih ada lubang besar yang menganga dari jawaban tersebut. Akan ada pertanyaan susulan dengan cukup mengganti kata sifat pada pertanyaan awal dengan kata sifat pada jawaban kedua. Dan mungkin akan lahir pula pertanyaan-pertanyaan lanjutan.</p>
<p>Menganalisis jawaban-jawaban tersebut, mungkin akan mengarahkan kesimpulan bahwa pertanyaan tersebut memang tidak ada jawaban yang masuk akal. Dan bukankah tidak ada yang dapat mendefinisikan kata sifat?  Dan di sanalah ketidaklogisan cinta mulai terlihat. Tentu bila renungan tersebut diperluas, bukan hanya masalah pertanyaan sepele tersebut yang menjadi tidak logis. Bukankah waktu, tenaga, materiil, juga banyak diumbar “hanya” untuk  mendapatkan cintanya. Lebih “lucu “ lagi jika segala daya upaya yang pria/wanita tersebut lakukan hanya berujung pada gigit jari semata. Kalah oleh seseorang yang “hanya” melakukan upaya setengah dari yang kita lakukan.</p>
<p>Apapun pembahasan dari ketidakmasukalan cinta tetap tidak menggoyahkan salahsatu rumus cinta. “Apapun yang kamu lakukan untuk membuka pintu hatinya, jika pintu itu tidak mau terbuka, maka kamu tidak akan pernah dapat membukanya.”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=27&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/06/05/renungan-tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/125f3bd3064f5d060e4b6d111a7ada93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gigihpthenextlegend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blunder PKS Bikin Keder</title>
		<link>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/05/20/blunder-pks-bikin-keder/</link>
		<comments>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/05/20/blunder-pks-bikin-keder/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 14:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigihpthenextlegend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Sikap PKS yang secara tiba-tiba mendukung pencalonan Boediono sebagai cawapres bagi SBY menimbulkan gumpalan pertanyaan. Tidak hanya bagi rakyat awam semata, melainkan juga bagi kader-kader partai dakwah tersebut. Awalnya, PKS menolak sikap “egois” Partai Demokrat yang dalam hal ini direpresentasikan oleh sosok SBY, yang memilih secara sepihak figur Boediono sebagai calon RI-2. Tetapi, menjelang detik-detik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=23&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sikap PKS yang secara tiba-tiba mendukung pencalonan Boediono sebagai cawapres bagi SBY menimbulkan gumpalan pertanyaan. Tidak hanya bagi rakyat awam semata, melainkan juga bagi kader-kader partai dakwah tersebut. Awalnya, PKS menolak sikap “egois” Partai Demokrat yang dalam hal ini direpresentasikan oleh sosok SBY, yang memilih secara sepihak figur Boediono sebagai calon RI-2. Tetapi, menjelang detik-detik batas pendaftaran calon capres-cawapres RI 2009-2014, PKS menyanjung Boediono sebagai pasangan yang cocok bagi SBY.</p>
<p>Semula, Presiden PKS menyebutkan bahwa Boediono bukan sosok yang merepresentasikan umat Islam, namun setelah tercapainya kesepakatan yang menggolkan bergabungnya PKS ke dalam kutub SBY-Boediono, Tifatul Sembiring, menyebutkan bahwa figur Boediono sangat layak mendampingi SBY. Tentu suatu gelagat yang mencurigakan jika suatu hal yang semula menentang dapat berbalik mendukung dalam tempo yang relatif singkat. Dan, hal tersebutlah yang diperbincangkan banyak orang, sehingga mencap PKS sebagai partai yang tidak konsisten dan sama saja seperti partai lain, yaitu mengejar kekuasaan. Dalam arti, opini tersebut mengungkapkan bahwa kegagalan PKS mendapatkan kursi RI-2, coba ditukar dengan porsi kursi menteri di kabinet.</p>
<p>Tentunya, opini umum yang terbentuk tersebut, seyogyanya telah dianalisis dan diantisipasi oleh petinggi-petinggi PKS. Citra, partai yang bersih, pro rakyat, dan professional, menjadi bahan pertaruhan. Citra tersebut akan berubah di mata para pemilih PKS yang bukan kader, karena kasus ini. &nbsp;Secara riil, anggapan para pemilih PKS yang bukan kader PKS akan menuju pada satu kesimpulan : PKS haus kekuasaan.Sehingga citra yang telah terbentuk akan musnah dalam sekejap.</p>
<p>Efek positif dari langkah mengejutkan yang diambil oleh PKS yaitu akan mengakibatkan munculnya kader-kader tulen. Kader-kader yang benar-benar tunduk dan patuh terhadap keputusan dari pusat. Kader-kader yang akan berjuang dan berusaha meraup kembali simpati masyarakat dengan kinerja yang optimal. Sayangnya efek tersebut tidak akan cukup menutupi dampak negatif yang ditimbulkannya.</p>
<p>Di kalangan masyarakat, sudah banyak komentar yang berisikan ketidakpercayaan rakyat terhadap PKS dan ajakan agar mengalihkan dukungan kepada JK-Wiranto. Mungkin saja , mereka yang berkata seperti itu adalah orang yang bukan kader PKS, tapi perlu digarisbawahi bahwa mereka yang berucap seperti itu adalah masyarakat level menengah-atas yang berpendidikan. Artinya, mereka memiliki kemampuan untuk memilih seobjektif mungkin. Secara moril, pindah haluannya orang-orang berpendidikan tersebut, tentu merupakan pukulan telak bagi PKS, apalagi jika PKS mencanangkan ingin meraih RI-1 pada pemilu 2014. Meskipun demikian, untuk pemilu 2009 kali ini, “membelotnya” orang-orang tersebut tidak akan berefek besar bagi kemenangan SBY-Boediono.</p>
<p>Di sisi internal partai, tidak sedikit aktivis-aktivis ataupun orang-orang yang mengaku aktivis di PKS yang mempertanyakan sikap PKS dan banyak juga yang protes hingga akhirnya tidak lagi mendukung PKS alias mundur atau <i>mbalelo</i>. Lebih berbahaya lagi, yaitu jika orang-orang tersebut berusaha secara laten mempengaruhi kader lainnya, dan bergerilya di masyarakat tentang ketidaksetujuan mereka.</p>
<p>Akibat-akibat negatif tersebut akan mirip seperti penyakit kronis. Pelan-pelan akan menggerogoti hingga parah. Tentu hal ini tidak akan terasa di pemilu 2009 ini, tetapi di pemilu 2014. Pengejewantahan PKS sebagai partai pro rakyat pelan-pelan mulai terkikis, dan jika PKS tidak mampu menjawab pertanyaan tentang sikap mereka terkait pencalonan Boediono, maka mereka akan tenggelam. Jawaban yang harus secara riil alias bukan sekedar silat lidah. Ingat, untuk merebut kursi RI-1, tidak cukup hanya dengan kader-kader, melainkan juga butuh dukungan rakyat. Untuk saat ini, PKS tidak memiliki tokoh sepopulis SBY, dan sayangnya hal yang dibutuhkan untuk mengimbangi kepopuleran seseorang, yaitu simpati rakyat juga tidak dimiliki oleh PKS. Tapi, masih ada lima tahun lagi, jadi tenang saja!</p>
<p>Sumber:</p>
<p><a href="http://www.metrotvnews.com/">www.metrotvnews.com</a></p>
<p><a href="http://www.pk-sejahtera.org/">www.pk-sejahtera.org</a></p>
<p><a href="http://www.detik.com/">www.detik.com</a></p>
<p><a href="http://www.kompas.com/">www.kompas.com</a></p>
<p>Koran Tempo tanggal 13 Mei 2009</p>
<p><a href="http://www.temporinteraktif.com/">www.temporinteraktif.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=23&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/05/20/blunder-pks-bikin-keder/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/125f3bd3064f5d060e4b6d111a7ada93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gigihpthenextlegend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknik Sapu Jagad ITB</title>
		<link>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/05/12/teknik-sapu-jagad-itb/</link>
		<comments>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/05/12/teknik-sapu-jagad-itb/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 16:04:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigihpthenextlegend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[“Saya kurang yakin, karena dia tidak mempunyai pengalaman dan latar belakang untuk bisnis sektor hilir, sektor distribusi BBM”, ujar Kurtubi, pengamat perminyakan ketika mengomentari terpilihnya Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama Pertamina.Dia juga mengatakan bahwa, latar belakang pendidikan Karen yang tidak berkaitan langsung dengan perminyakan akan menjadi kendala saat memimpin Pertamina. Suatu hal yang menarik bila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=19&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>“Saya kurang yakin, karena dia tidak mempunyai pengalaman dan latar belakang untuk bisnis sektor hilir, sektor distribusi BBM”,</em></strong> ujar Kurtubi, pengamat perminyakan ketika mengomentari terpilihnya Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama Pertamina.Dia juga mengatakan bahwa, <strong><em>latar belakang pendidikan Karen yang tidak berkaitan langsung dengan perminyakan akan menjadi kendala saat memimpin Pertamina.</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Suatu hal yang menarik bila mencermati dan menelaah ucapan dari Kurtubi tersebut.Secara sekilas, tendensi orang awam akan menganggap Karen Agustiawan tidak mempunyai kapabilitas yang cukup untuk memimpin Pertamina.Tetapi, apakah memang demikian faktanya? Demi menjawab pertanyaan tersebut, alangkah baiknya jika kita melihat <em>track record </em>seorang Karen Agustiawan.</p>
<p>Setelah lulus dari Teknik Fisika ITB tahun 1978, Karen memulai perjalanan karirnya di berbagai industri minyak dan gas, diantaranya Mobil Oil Indonesia (1984-1996) dan Halliburton Indonesia (2002-2006). Selama bekerja di Mobil Oil, Karen memegang beberapa posisi termasuk sistem analis dan <em>programmer</em> untuk pengembangan perhitungan cadangan (<em>reserve calculation</em>), <em>processor</em> seismik, dan sistem pengontrol kualitas untuk berbagai projek seismik. Karen juga pada waktu itu adalah pemimpin proyek departemen komputasi eksplorasi (<em>exploration computing department</em>). Pada tahun 2002, ia menjadi wanita pertama Indonesia yang direkrut sebagai <em>commercial manager</em> di Halliburton Indonesia. Kemudian, tahun 2006 lalu barulah Karen bergabung bersama Pertamina sebagai Direktur Pertamina Hulu.Jelas, dengan pengalaman seperti itu, maka Karen memiliki kualifikasi untuk menjadi seorang Dirut Pertamina, artinya Karen bukanlah sekedar anak bau kencur di dalam industri perminyakan bila ditinjau dari segi pengalaman.Tetapi, yang agak meragukan dari Karen adalah latar pendidikan yang digelutinya.Karen “hanyalah” seorang sarjana Teknik Fisika.Sebuah bidang keilmuan yang orang awam akan sulit menghubungkannya dengan dunia emas hitam tersebut.Lalu, apakah Karen benar-benar tidak mempunyai dasar keilmuan yang berhubungan dengan ranah perminyakan, atau sebuah pertanyaan lugas terucap, “Apa itu Teknik Fisika?”.</p>
<p>Secara umum, Teknik Fisika (TF) dikenal sebagai program studi yang mempelajari banyak hal yang berkaitan dengan aspek fisika dan teknologi. Dengan begitu, keilmuan yang diberikan di sini akan membuat teman-teman memiliki kemampuan untuk memandang persoalan teknik dengan pandangan yang luas dilihat dari berbagai aspek kefisikaannya. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika dilihat banyak pelajaran di Teknik Fisika yang sebenarnya mirip atau sama dengan program studi lain seperti program studi Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Teknik Material. Dalam dunia industri seorang lulusan TF mempunyai kemampuan menjadi ”jembatan” bidang-bidang teknik yang lain. Dasar-dasar keilmuan TF yang lebih luas membuat seorang insinyur TF akan bisa menganalisa masalah yang melibatkan beberapa bidang teknik. Hal inilah yang merupakan salah satu keunggulan lulusan TF. Namun, bukan berarti seorang lulusan TF tidak memiliki keahlian spesifik. Bila orang berbicara tentang instrumentasi dan kontrol, maka lulusan TF lah yang pertama kali disebut. Bila orang membahas bidang akustik maka yang akan menjadi sorotan adalah lulusan TF. Tata cahaya atau l<em>ighting</em> juga dikuasai oleh lulusan TF. Begitu pula dengan teknologi pendinginan ruangan (<em>air conditioning</em>) lulusan TF adalah ikonnya.</p>
<p>Sekelumit penjelasan tersebut tampaknya secara tersurat tidak mencerminkan adanya semacam simbiosis mutualisme antara TF dengan ranah perminyakan.Tetapi, bila menelaah lebih jauh dan mencoba mencari informasi tambahan, maka secara tersirat akan tampak benang merah antara perminyakan dengan TF. Dalam dunia industri proses, contohnya industri perminyakan, ilmu yang dipelajari di program studi Teknik Fisika memiliki efek yang nyata. dalam pengontrolan sebuah proses terkadang tidak cukup hanya mengetahui seluk beluk tentang alat pengontrol (<em>controller</em>) saja namun juga terkadang kita harus mengetahui proses apa yang ingin kita kontrol dari proses itu apa variabel yang harus di kontrol lalu untuk proses yang demikian sensor apa yang tepat dalam sistem kontrolnya dan mode pengontrol apakah yang efisien di gunakan. Untuk dapat memahami seperti ini terkadang satu bidang Teknik saja tidak cukup, misal prosesnya cenderung termodinamik dan pengontrol yang digunakan menggunakan sinyal elektrik, Teknik Fisika kemudian mempunyai kemampuan untuk mengelaborasikan beberapa ilmu ini untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.</p>
<p>Simbiosis mutualisme antara TF dengan industri perminyakan tidak hanya terjadi pada pengontrolan, tetapi juga pada “ajian” lain yang dimiliki oleh TF yaitu akustik dan material. Akustik dipergunakan sebagai salahsatu teknik pencarian atau ekplorasi sumber minyak dengan memanfaatkan gelombang, sedangkan ilmu material dipakai untuk menganalisis kandungan minyak dan karakteristik material yang diperlukan sebagai sensor pengukuran. Belum lagi “ajian” lain seperti pemograman, ilmu pengukuran, ilmu sensor, pengkondisian suhu,ilmu robotika dll., semakin mempertegas jatidiri TF sebagai <em>all around engineer</em> atau insinyur yang mampu berada disegala bidang dengan kemampuan dasar Fisikanya yang memang luas, sehingga ia mampu untuk memecahkan permasalahan di masyarakat melalui keluasan pemahamannya.Sehingga tidak aneh bila banyak alumni TF yang bekerja di berbagai bidang bahkan terkadang seperti mengambil jatah orang lain dengan berkecimpung ke bidang lain, seperti jabatan Menristek, insinyur yang menangani proses kimia, psikolog, hingga yang teranyar jabatan Dirut Pertamina. Berdasarkan penjelasan tentang kemampuan seorang lulusan TF, maka suatu hal yang wajar bila Karen Agustiawan menduduki kursi Dirut Pertamina, artinya kompetensi Beliau pantas untuk mengambil amanah tersebut, baik dari segi pengalaman maupun dari sisi keilmuan.</p>
<p>Berpegangan kepada fakta bahwa Teknik Fisika memiliki cakupan keilmuan yang luas dan mempunyai sebaran alumni di berbagai bidang, dengan kompetensi yang telah teruji, maka sebutan TF sebagai teknik sapu jagad pantas untuk disematkan.</p>
<p>Ada pengalaman menarik dari Ir. H. Hermawan KD, Ph. D, dosen program studi Teknik Fisika ITB sewaktu mengikuti acara pertemuan tahunan ABET ( <em>Acreditation Board for Engineering and Technology</em> ) di National University of Singapore bulan Desember 2003. Saat itu beliau bertemu dengan Dr. Gloria Rogers direktur lembaga riset dan perencanaan <em>Rose-Holman Institue of Technology</em> ( R&amp;HIT )sebuah perguruan tinggi teknik terbaik dengan reputasi riset yang cukup bagus bahkan tergolong terbaik di AS. Yang menarik dari perbincangan tersebut adalah di tahuni tu R&amp;HIT baru saja membuka <em>Department of Engineering Physics</em>. Mereka berpendapat untuk menjawab tantangan zaman yang maskin menuntut pengembangan teknologi yang begitu kompleks maka dibutuhkan sebuah bidang teknik yang mempunyai fleksibillitas yang tinggi untuk menangani dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang harus diselesaikan menggunakan teknologi yang mana belum atau tidak tersentuh oleh berbagai bidang teknik “ tradisional “ yang sudah mapan kompetensinya “. Mendesaknya kebutuhan akan hal ini sampai membuat perguruan tinggi sekelas R&amp;HIT membentuk Departemen Teknik Fisika untuk menjawab tantangan tersebut.</p>
<p>Pengalaman dosen TF ITB tersebut seakan semakin mengukuhkan bahwa Teknik Fisika memang teknik sapu jagad yang amat dibutuhkan oleh masyarakat luas.Lalu sekarang, siapa lagi yang masih ragu dengan Teknik Fisika?Anda?</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><cite>Pustaka:</cite></p>
<p><cite>www.itb.ac.id/news/2326.xhtml</cite><cite></cite></p>
<p><cite>www.itb.ac.id/usm-itb/Prodi/133.htm</cite><cite></cite></p>
<p><em>www.hukumonline.com/detail.asp?id=21112&amp;cl=Berita</em><cite></cite></p>
<p><cite> </cite></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=19&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/05/12/teknik-sapu-jagad-itb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/125f3bd3064f5d060e4b6d111a7ada93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gigihpthenextlegend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(Maha)Siswa ITB</title>
		<link>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/05/12/mahasiswa-itb/</link>
		<comments>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/05/12/mahasiswa-itb/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 15:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigihpthenextlegend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mewujudkan sosok bernama mahasiswa, diperlukan dua elemen krusial.Elemen pertama merupakan elemen yang lazim ada dari suatu institusi pendidikan yaitu kecerdasan intelektual.Elemen kedua berupa elemen yang menjadi tanggung jawab seorang mahasiswa terhadap sosial kemasyarakatan, lebih sering dikenal sebagai peran mahasiswa.Elemen kedua tersebut adalah faktor penentu seseorang memiliki kromosom yang menjadikannya bernama mahasiswa.Adapun elemen pertama hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=17&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><br />
</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Untuk mewujudkan sosok bernama mahasiswa, diperlukan dua elemen krusial.Elemen pertama merupakan elemen yang lazim ada dari suatu institusi pendidikan yaitu kecerdasan intelektual.Elemen kedua berupa elemen yang menjadi tanggung jawab seorang mahasiswa terhadap sosial kemasyarakatan, lebih sering dikenal sebagai peran mahasiswa.Elemen kedua tersebut adalah faktor penentu seseorang memiliki kromosom yang menjadikannya bernama mahasiswa.Adapun elemen pertama hanya membuat seseorang bergelar siswa minus embel-embel maha, yang notabene umumnya sudah dipunyai oleh seseorang semenjak berguru di bangku sekolah dasar.</p>
<p>Peran mahasiswa secara umum berlandaskan pada tiga hal yang sering didengungkan oleh mahasiswa yang menamakan dirinya aktivis.Ketiga hal tersebut yaitu mahasiswa sebagai <em>iron stock, guardian of value, </em>dan sebagai <em>agent of change</em>.Mengaitkan ketiga hal tersebut dengan kehidupan massa kampus di Ganesha 10, fenomena menarik terjadi pada dua pilar terakhir dari peran mahasiswa, yaitu mahasiswa sebagai <em>guardian of value</em> dan <em>agent of change</em>.Mungkin diakibatkan oleh tingginya IQ dan kreativitas mahasiswa ITB, maka kedua pilar tersebut dapat ditransformasikan menjadi sesuatu yang berbeda.Lazimnya berbagai transformasi yang digunakan dalam ilmu eksakta, yang mana digunakan untuk mewujudkan tujuan dengan mengubah suatu fungsi matematis, maka demikian pula perlakuan terhadap kedua pilat tersebut.Hanya sayang, transformasi yang mereka lakukan telah merusak komposisi unsur-unsur penyusun pilar-pilar tersebut, yang bernama nilai-nila ideal.</p>
<p>Mahasiswa ITB tersebut mencoba mengubah nilai-nilai ideal yang mana nilai-nilai ideal tersebut telah menjadikan mahasiswa menjadi bagian dari rakyat.Dengan perubahan tersebut, terjadilah pengalihan makna dari arti nilai-nilai ideal menjadi nilai-nilai “i deal” alias nilai-nilai yang menjadi persetujuan antara pihak-pihak tertentu.Perubahan tersebut juga menyempitkan hubungan antar mahasiswa dan memutuskan hubungan mahasiswa dengan rakyat.Sehingga wajar jika, beberapa waktu terakhir, budaya egois dan apatis meningkat, skeptis dan studisentris pun mencuat.Konkretnya, budaya “cari selamat sendiri” menjadi nilai baru yang diusung.Budaya yang berkata, “Anda mau selamat?Mari kita buat kesepakatan, dan lupakan yang lain.”.</p>
<p>Lalu, terkait dengan dua pilar peran mahasiswa tersebut, maka “keberhasilan” perubahan nilai-nilai tersebut telah membuat mereka berhasil mewujudkan peran sebagai <em>agent of change</em> dan timbulnya budaya baru bernama “cari selamat sendiri” telah membuat mereka “sukses” dari segi peran sebagai <em>guardian of value</em>.Imbasnya, dunia kemahasiswaan di kampus Ganesha 10 ini akan menyempit dan terpisah dari dunia makro Indonesia alias masyarakat.Semua unsur-unsur penyusun kemahasiswaan ITB akan bergerak sendiri-sendiri dan cenderung reaktif.Unsur-unsur tersebut akan condong berinteraksi dengan unsur-unsur lain yang sama-sama menguntungkan meskipun sebatas hubungan jangka pendek, lakon yang mirip dengan dagang sapi khas Senayan.Tidak aneh pula jika Keluarga Mahasiswa (KM) ITB bercerai menjadi Keluarga Masing-Masing (KM) ITB.</p>
<p>Wajar juga andai nama mahasiswa ITB beralih menjadi siswa ITB.Meski , sisi positifnya, saya tidak perlu menghabiskan tinta untuk menorehkan kata “maha” di depan kata siswa.Meminjam pandangan teman saya, bahwa pembeda antara mahasiswa dengan siswa, yaitu mahasiswa berada di daerah antara mempertahankan nilai-nilai ideal yang dianutnya dengan realita yang terjadi, sedangkan siswa hanya mencoba mengikuti realita yang terjadi.</p>
<p>Ada sebuah penggalan dari catatan harian seorang mahasiswi, yang dapat menjadi reflektor apakah sesosok manusia layak disebut mahasiswa ataukah hanya pantas menjadi siswa belaka yang hanya mencari keselamatan pribadi:</p>
<p align="center"><em>“tentara mau mecah-mecah kita, kagak bisa,</em></p>
<p align="center"><em>eh mereka mau ngelabrak pake pagar betis,</em></p>
<p align="center"><em>ngeriii&#8230;!!!</em></p>
<p align="center"><em>sama cewe-cewe yang laen aku terus kedepan, duduk disono,</em></p>
<p align="center"><em>ceritanya biar tentara kagak jahat-jahat,</em></p>
<p align="center"><em>nggak taunya sama aja, ngga cewe ngga cowo, diinjek sih diinjek aja,</em></p>
<p align="center"><em>gue dan temen-temen laen mulai ditarik-tarik biar pisah dari barisan,</em></p>
<p align="center"><em>gue jelas bertahanm gengsi ya, ditarik-tarik tentara mau aja,</em></p>
<p align="center"><em>tapi gue kagak kuat juga,</em></p>
<p align="center"><em>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.”</em></p>
<p align="center">(Catatan Harian Kiswanti-Pedudukan Kampus yang Kedua- 9 Februari 1978)</p>
<p align="center">
<p>Pustaka:</p>
<p><em>Kisah-Kisah Sebuah Angkatan.</em></p>
<p><em> </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=17&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/05/12/mahasiswa-itb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/125f3bd3064f5d060e4b6d111a7ada93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gigihpthenextlegend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelet Akustik</title>
		<link>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/05/12/pelet-akustik/</link>
		<comments>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/05/12/pelet-akustik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 15:47:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigihpthenextlegend</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Wanita suka suara nge-bass Mencoba menarik perhatian dari lawan jenis merupakan sesuatu yang lumrah di dalam kehidupan ini. Hal tersebut berlaku juga dalam diri manusia.Berusaha mencari penyebab dan alasan ilmiah dari fenomena tersebut merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Motifnya sederhana, yaitu dalam gejala kesukaan terhadap lawan jenis, umumnya yang dominan adalah sisi perasaan dibandingkan akal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=6&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Wanita suka suara <em>nge-bass</em></strong></p>
<p>Mencoba menarik perhatian dari lawan jenis merupakan sesuatu yang lumrah di dalam kehidupan ini. Hal tersebut berlaku juga dalam diri manusia.Berusaha mencari penyebab dan alasan ilmiah dari fenomena tersebut merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Motifnya sederhana, yaitu dalam gejala kesukaan terhadap lawan jenis, umumnya yang dominan adalah sisi perasaan dibandingkan akal, alias ketidaklogisan. Sehingga, pembahasan mengenai wacana tersebut lebih baik dikesampingkan dan membiarkan sesuai guratan nasib dari Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Uraian yang lebih ilmiah justru dapat ditelusuri dari cara-cara seseorang mendayagunakan segala kemampuan yang dimilikinya untuk menarik perhatian lawan jenis, dalam kasus ini antar manusia. Seseorang akan berusaha tampil sesempurna dan sekeren mungkin agar lawan jenis mampu bertekuk lutut, minimal menaruh hati terhadap dirinya. Usaha tersebut akan berlipat ganda, bila yang dituju adalah orang yang disukainya. Sehingga seseorang akan berusaha mencari tahu hal-hal yang mampu menarik perhatian “yang terkasih” dan berupaya menjadikan dirinya memiliki hal-hal tersebut.Dari sifat alamiah yang membedakan antara pria dan wanita, yang mana umumnya pria lebih agresif daripada wanita, maka mencari tahu hal-hal yang menarik perhatian lawan jenis ini merupakan salahsatu “rutinitas” dari kaum Adam tersebut,  dibandingkan kaum Hawa yang relatif tidak bergerak.</p>
<p>Salahsatu yang mampu memikat wanita, yaitu dari sisi suara sang pria.Ada penelitian yang dilakukan oleh  tim ilmuwan itu di jurnal <em>Biology Letters</em> bahwa wanita pada umumnya menganggap suara laki-laki yang lebih maskulin (lebih rendah frekuensinya, bahasa umumnya:”lebih nge-bass”),  lebih menarik.<strong></strong></p>
<p><strong>Suara pria lebih rendah daripada suara wanita</strong></p>
<p><strong> </strong>Secara umum, dari sisi tinggi rendahnya nada suara , nada suara pria rata-rata  setengah  lebih rendah daripada nada suara wanita. Hal ini disebabkan oleh massa dan ketegangan pita suara.Pria memiliki pita suara yang lebih panjang dan berat daripada wanita. Pria memiliki frekuensi dasar yang lazim pada 125 Hz, sedangkan wanita memiliki frekuensi dasar satu oktaf (dua kali lipat) lebih tinggi daripada pria yaitu sekitar 250 Hz. Frekuensi terendah yang dapat dicapai oleh seorang penyanyi bas yaitu sekitar 64 Hz, sedangkan frekuensi tertinggi yang dapat dicapai oleh penyanyi soprano, yaitu sekitar 2048 Hz.</p>
<p>Adapun suara manusia sendiri berasal dari pita suara.Pita suara (<em>vocal fold</em><em>)</em> adalah ‘mesin’ penghasil suara bagi manusia.Untuk menghasilkan suara, pita suara harus bergetar ratusan bahkan ribuan kali per detiknya, tergantung nada atau frekuensi yang kita ucapkan. Pita suara sendiri terletak di perbatasan faring dan trakea.Pita suara merupakan susunan dari tulang rawan, otot, dan membran mukosa yang membentuk semacam lempengan di ujung trakea, berada di sebelah kiri dan kanan dari ujung saluran nafas atau trakea. Membran mukosa ini membungkus otot dan tulang rawan.</p>
<p>Pita suara yang normal dapat bergerak membuka dan menutup, serta bergetar dengan baik. Bila kita dalam keadaan bernafas, pita suara akan membuka / memisah, dan udara yang kita hirup lewat hidung atau mulut akan masuk ke saluran yang ada di bawah pita suara menuju ke paru-paru. Dan bila kita berbicara, maka pita suara akan menutup dan bergetar.</p>
<p>Sedangkan faktor yang menentukan keunikan suara seseorang yaitu terletak pada perbedaan bentuk tenggorokan dan rongga hidung. Setiap individu masing-masing memiliki bentuk kedua organ tersebut yang berbeda sehingga suara yang dihasilkannya pun berbeda. Suara seseorang tidak dapat diubah secara alamiah, hanya dapat diubah secara paksa dengan mengecilkan rongga hidung alias memencet hidung atau adanya gangguan pada sistem pernapasan (hidung, tenggorokan, dkk.)</p>
<p>Penjelasan tersebut sejalan dengan konsep tentang suara yang menyatakan bahwa getaran dari suatu sumber (dalam hal ini pita suara) akan menyebabkan merambatnya gelombang dalam medium udara berupa perubahan tekanan (<em>pressure</em>) secara merapat dan merenggang (longitudinal) yang bentuknya juga khas. Setiap benda (pita suara masing-masing individu) memiliki karakteristik material (struktur atom ataupun morfologi) yang berbeda, sehingga jika sebuah benda digetarkan dapat menyebabkan bunyi yang terdengar akan terasa berbeda pula jika dibandingkan dengan benda yang lainnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Manipulasi suara</strong></p>
<p><strong> </strong>Berdasarkan paparan tentang suara pria yang umumnya lebih rendah daripada suara wanita dan adanya rasa persaingan bagi para pria agar memiliki suara yang lebih <em>nge-bass</em> agar terkesan lebih maskulin, maka terbetik dua hal yang dapat dijadikan solusi.</p>
<p>Solusi pertama yaitu dengan menggunakan alat pengubah suara.Di pasaran, sebenarnya sudah banyak ditawarkan alat jenis ini, tetapi tidak spesifik untuk membuat suara pria menjadi lebih maskulin.Secara prinsip, alat yang seperti buatan Prof.Agasa dalam komik Detective Conan, merupakan alat yang memanipulasi sinyal untuk mendapatkan karakteristik sinyal yang sesuai dengan si pemilik suara.</p>
<p>Dua faktor yang menentukan karakteristik sinyal suara seseorang, yaitu dari segi frekuensi dasar dan dari segi warna suara (<em>timbre</em>).Syarat umum dari kedua faktor tersebut sehingga dapat dimanipulasi sinyalnya (dengan transformasi Fourier),   yaitu adanya keteraturan secara waktu (periodik).Meskipun memiliki syarat yang sama, namun warna suara lebih sulit dilakukan identifikasi karena getaran gelombang suara cukup kompleks, dan biasanya bergetar dalam beberapa frekuensi secara simultan. Inilah sebenarnya yang menyebabkan suara masing-masing benda berbeda dikarenakan “muatan harmonik” warna suaranya berbeda pula.</p>
<p>Kemudian, sinyal yang telah teridentifikasi ini, dimasukkan ke dalam rangkaian filter, dalam kasus membuat suara lebih<em> nge-bass</em>, menggunakan<em> low pass filter</em>, lalu digunakan <em>converter</em> (<em>Analog to Digital Converter</em>) kemudian masuk ke prosesor (pengolah sinyal, komputer dan sejenisnya), kemudian diubah lagi oleh <em>Digital to Analog Converter</em>,selanjutnya dihubungkan ke transdusernya.</p>
<p>Hal lain yang dapat dijadikan solusi, meskipun lebih sulit dilakukan yaitu membuat suasana ruangan menjadi lebih maskulin, dalam arti mengakibatkan suara pria menjadi lebih <em>nge-bass</em>.Secara desain akustik, hal ini dapat dilakukan dengan menempatkan bahan penyerap dan atau kedap suara (tergantung fungsi ruangan), yang mampu untuk menguatkan suara frekuensi rendah dan melewatkan suara frekuensi tinggi.Hanya saja, kendala yang dihadapi yaitu dinding bahan-bahan tersebut dapat menjadi sumber suara baru yang dapat mengakibatkan kebisingan, dan juga suara wanita yang pria tersebut ingin dipikat lebih sulit didengar karena frekuensi tinggi yang malah coba dihilangkan, dan bahkan dapat menjadi aneh terdengarnya.</p>
<p>Cara lain, yaitu menggunakan sistem tata suara (<em>sound system</em>), dalam hal ini dapat digunakan <em>subwoofer</em>. Tetapi, yang menjadi batu sandungan yaitu pria tersebut harus memakai transduser, dalam hal ini mikrofon untuk berbicara dengan wanita impiannya, dan jelas hal tersebut merupakan sesuatu yang janggal. Permasalahan lain dari desain akustik untuk mendapatkan kesan yang lebih maskulin ini, yaitu ruangan tersebut haruslah ruangan privasi karena jika menggunakan pemanfaatan desain akustik tanpa sistem tata suara khusus, maka jika ada pria lain yang secara alamiah memiliki suara lebih <em>nge-bass </em>dari Anda, alih-alih mendapatkan perhatian wanita pujaan, malah wanita pujaan tersebut akan pindah ke lain hati.</p>
<p>Terakhir, jika memang Anda, pria yang memiliki keingintahuan untuk mewujudkan dan menggunakan pelet akustik (alat pengubah suara dan desain akustik agar suara pria menjadi lebih maskulin) ini, maka pastikan dulu bahwa wanita pujaan Anda memang menyukai pria bersuara <em>nge-bass</em>, karena jika tidak maka, runyam.</p>
<p>Pustaka:</p>
<p>http://64.203.71.11/ver1/Iptek/0608/03/181402.htm</p>
<p>http://andrimirzal.googlepages.com/diary-kinikutahu</p>
<p>http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/09/070926_men_kids.shtml</p>
<p>http://erabaru.or.id/200904302162/beberapa-jati-diri-tubuh-manusia.html</p>
<p>http://artikel-kesehatan-online.blogspot.com/2009/01/pita-suara-manusia-yang-menakjubkan.html</p>
<p>http://books.google.co.id/books?isbn=9794487759</p>
<p>http://netsains.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigihpthenextlegend.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigihpthenextlegend.wordpress.com&amp;blog=7655448&amp;post=6&amp;subd=gigihpthenextlegend&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigihpthenextlegend.wordpress.com/2009/05/12/pelet-akustik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/125f3bd3064f5d060e4b6d111a7ada93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gigihpthenextlegend</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
