Kekecewaan dan penderitaan yang terus mendera anak bangsa,melahirkan rasa frustasi akut yang dapat meledak sewaktu-waktu. Impian melihat dan merasakan kemajuan bangsanya perlahan pupus tergerogoti realita yang tersaji. Meratapi nasib,menghela nafas, menyaksikan pejabat berkarib dengan perampas. Nyawa berpulang untuk membuat pejabat berpaling pun, nyatanya tidak membuat mereka bergeming.
Pelik mencekik, seolah tidak m ungkin membaik,tapi selama masih ada harapan,akan selalu ada kesempatan. Bagi Kami, api harapan itu masih menyala. Bagi Kami, yang masih meyakini bahwa nyawa kami yang tersisa,anugerah dari-Nya, masih mempunyai manfaat untuk menyalakan api harapan di dada orang-orang yang mulai putus asa. Bagi Kami, kesempatan itu akan datang. Bagi kami, yang bertekad akan terus gigih menyalakan bara semangat dan cahaya harapan melawan gelapnya pertanyaan, “Kapan?”, akan berbakti dan kembali ke bumi pertiwi yang kami cintai ini walau saat ini Kami tersebar ke seantero dunia.
Kami punya janji, “ Bakti kami untukmu, Tuhan, Bangsa, Almamater. Merdeka!”, dan kami akan mewujudkannya.